BAB II
BAHAN KONSTRUKSI
A. Arti Bahan Konstruksi
Bahan konstrusi adalah suatu bahan yang digunakan untuk membuat konstuksi tertentu. Sehingga konstruksi dengan bahan tersebut akan mampu menahan beban yang bekerja. Seperti pada bab satu sudah dijelaskan tentang bahan konstruksi dan macam- macamnya. Pada bab ini akan diperjelas dengan gambar-gambar konstruksi.
Gambar: Konstruksi Besi dan Beton
*tidak tersedia
Gambar: Konstruksi Atap
*tidak tersedia
Gambar: Konstruksi Jembatan Baja
*tidak tersedia
B. Manfaat Bahan Konstruksi Dalam Bangunan
Seperti pada bab sebelumnya bahwasannya konstruksi adalah berfungsi untuk menahan gaya atau yang lebih tepat adalah menyalurkan gaya dari berbagai arah yang diteruskan kepondasi dasi menuju tanah. Memang adakalanya menahan gaya, hal ini terjadi bila gaya yang diterima kecil dan tidak mengakibatkan pada konstruksi lainnya.
Karena sebagian besar gaya itu disalurkan kepondasi, maka sifat-sifat pada bahan konstruksi harus dipahami betul. Apakah pada daerah tersebut bekerja gaya tarik atau tekan, bahkan bisa jadi bekerja gaya bolak-balik, pada saat tertentu tekan dan pada kondisi tertentu tarik.
Pada dasarnya bahan konstruksi adalah bahan untuk membuat konstuksi sehingga konstruksi tersebut bekerja sesuai dengan perencanaan yang ada. Pada akhirnya bangunan yang berdiri akan tahan lama sesuai dengan perencanaan. Bahkan mampu melebihi umur manfaat dan mampu menahan semua gaya yang bekerja entah itu angin, banjir maupun gempa. Sehingga bangunan tersebut kokoh tak lekam dimakan jaman.
C. Sifat-sifat Bahan Konstruksi
Bahan konstruksi mempunyai peranan penting dalam bangunan. Mengingat kuat tidaknya bangunan juga di pengaruhi oleh bahan konstruksinya. Bahan kontruksi jelek
dapat mengakibatkan kekuatan bangunan tidak sesuai yang diharapkan, Oleh sebab itu bahan konstruksi harus mempunyai sifat-sifat sebagai bahan kontruksi yaitu:
1. Bahan konstruksi harus memenuhi SNI.
2. Bahan konstruksi teruji.
3. Bahan konstruksi terukur.
4. Mampu didesain sesuai kebutuhan,
5. Bisa menehan dan atau meneruskan gaya yang bekerja.
Bahan kostruksi yang memenuhi SNI adalah Bahan tersebut sudah melalui uji standarisasi Indonesia. Sehingga apa yang direncanakan dan apa yang diharapkan oleh bahan tersebut pasti dipenuhi. Banyak kita ketahui dipasaaran banyak sekali besi yang SNI maupun yang tidak SNI. Jika besi tersebut SNI maka besi sudah mempunyai jamikan akan kekuatan tariknya dan diameter sesuai. Jika yang tidak SNI maka panjang bisa berbeda- beda, ukuran diameter juga lain apalagi kuat tariknya pasti dibawah yang semestinya.
Bahan yang teruji ialah semua bahan kontruksi sudah diuji dilaboratorium sehingga jika ukurannya tidak sesuai maka akan tidak dikeluarkan. Semua bahan harus ada uji dan standarnya. Jika bahan tersebut adalah bahan alam maka bahan alam tersebut diupanyakan menjadi memenuhi standar yang ada. Semua bahan konstruksi bisa diolah menjadi memenuhi persyaratan yang ada.
Semua bahan konstruksi harus terukur. Jadi bahan konstruksi harus mempunyai ukuran standar yang harus dipenuhi. Semisal mutu beton (fc’) ada beberapa mutu. Semen juga mempunyai beberapa mutu, Besi juga mempunyai beberapa ukuran mutu (fy). Mutu ini terukur dan ada alat ukurnya. Sehingga ukuran ini menjadikan bangunan akan dibuat mampju menahan gaya seberapa besar.
Bahan konstruksi harus mudah dibentuk pada lokasinya. Sehingga kontruksi tersebut tidak kaku. Mengingat perkembangan dewasa ini menuju arah keindahan, kalau dahulu ada beberapa konstruksi yang mengedepankan kekuatan saja, akan tetapi semaki lama akan mengedepankan kekuatan dan keindahannya. Karena pada seniman-seniman bangunan sudah mulai berkreasi dan berkompetisi dalam hal keindahan. Harus diperhatikan syarat utama bangunan adalah aman, nyaman, tentram dari semua gangguan yang memungkinkan timbul. Gangguan bisa dari alam, hewan dan manusia. Semuanya
harus diantisipasi oleh seniman-seniman bangunan agar menghasilkan yang memuaskan bagi pelanggan.
Seperti penjelasan diatas bahan bangunan harus kuat. Kuat ini tidak harus ditahan sendiri. Bisa bekerja sama pada unsur-unsur kontruksi yang sudah menjasi sistem. Sebenarnya bangunan ini adalah gabungan dari sistem-sistem yang dikendalikan oleh unsur-unsur dalam konstruksi. Makanya dalah bangunan tidak boleh egois dan merasa kuat sendiri. Kontruksi-konstruksi sudah dirancang, mana yang harus rusak dahulu dan mana yang tidak boleh rusak sama-sekali jika ada gaya yang bekerja. Dengan demikian bisa diartikan mana sebagai konstruksi penahan dan mana sebagai kontruksi penerus gaya. Para seniman bangunan harus tahu dan paham tentang filosofi bangunan.
Komentar
Posting Komentar