Langsung ke konten utama

BAB I : TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI

BAB I



TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI



A.  Difinisi



Teknologi bisa diartikan hasil cipta manusia dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan  dengan  hasil  yang  lebih  baik  dengan  menggunakan  cara  tertentu  yang ditawarkan atau ditemukan oleh manusia. Bahan adalah sesuatu yang dipakai untuk menghasilkan produk tertentu, produk dalam hal ini tentunya konstruksi. Kontruksi sendiri adalah suatu  bentuk  atau gambaran  dalam  memecahkan  masalah  pembebanan.  Sehingga dengan konstruksi tertentu diharapkan kuat menahan gaya yang ada.

Dari paparan diatas maka dapatlah diartikan bahwa Teknologi Bahan Konstruksi adalah sesuatu hasilkarya cipta manusia dengan menggunakan alat tertentu dan cara tertentu sehingga menghasilkan karya cipta yang mampu menyelesaikan masalah gaya yang diterima.

Macam bahan yang dapat untuk bahan konstruksi adalah:


1.   Kayu

2.   Bambu

3.   Batu

4.   Besi

5.   Beton


Dari bahan bahan diatas tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing sesuai tepe konstruksi yang dibutuhkan. Kebutuhan ini juga disesuaikan dengan iklim yang ada dan ketersdiaan bahan dilokasi. Seperti dalam filosofi yang ada sekarang yaitu kearifan lokal atau ” Think Global Act Local”. Maka para ilmuan sekarang harus berfikir keras untuk memaksimalkan bahan lokal sehingga akan lebih berdaya guna.

Para ilmuan harus memahami betul filosofi bahan yang ada sehingga tidak akan keliru memanfaatkan bahan yang tersedia. Mengingat setiap bahan konstruksi mempunyai filosofi tersendiri dan kelebihan juga kekurangannya. Perlu juga dimengerti tentang kelemahan bahan konstruksi. Jangan sampai kekurangannya malah tidak dapat ditutupi oleh bahan tertentu
sehingga   jika   sudah   jadi   akan   mengakibatkan   umur   konstryuksi   tidak   sesuai   yang direncanakan.




B.  Keuntungan dan Kekurangan Bahan Konstruksi.


Keuntungan dari kayu

a.   Di Indonesia terseidia banyak pilihan kayu.
b.   Pembuatan konstruksi cukup sederhana dan murah. 
c.   Tukang sudah akrap dengan kayu.
d.   Kuat pada gaya tekan. 
e.   Harga bervariatif.


Kekurangan dari kayu

a.   Umur kayu yang lama.
b.   Pembuatan konstruksi tidak mampu untuk bentang yang panjang. 
c.   Harga limbahnya murah.
d.   Lemah pada gaya tarik.
e.   Tidak tahan terhadap air.




Keuntungan dari bambu

a.   Di Indonesia terseidia banyak.
b.   Pembuatan konstruksi cukup sederhana dan murah. 
c.   Bambu mempunyai keliatan.
d.   Konstruksi sederhana. 
e.   Kuat pada gaya tekan.


Kekurangan dari bambu 
a.   Mempunyai rongga.
b.   Pembuatan konstruksi tidak mampu untuk bentang yang panjang. 
c.   Harga limbahnya murah.
d.   Lemah pada gaya tarik.
e.   Tidak tahan terhadap air. 

Keuntungan dari batu

a.   Di Indonesia terseidia banyak pilihan batu. 
b.   Pembuatan konstruksi cukup sederhana.
c.   Tukang sudah akrap.
d.   Kuat pada gaya tekan dan tarik. 
e.   Harga bervariatif.


Kekurangan dari batu

a.   Pada batu yang besar perlu dipecah dahulu. 
b.   Hannya dipakai untuk kontruksi bawah.
c.   Pelaksanaan dilapangan bertahap tidak bisa langsung masal dan menunggu kering dahulu.
d.   Berat sendiri yang besar.
e.   Permukaan yang halus harus dihilanggkan untuk memaksimalkan kelekatan.




Keuntungan dari besi

a.   Di Indonesia terseidia banyak.
b.   Bahan bekas pakai masih bisa dimanfaatkan. 
c.   Bisa untuk konstruksi bentang panjang.
d.   Model lebih variatif. 
e.   Kuat pada gaya tarik.


Kekurangan dari besi

a.   Harga relatif mahal.
b.   Tidak tahan terhadap panas dan atau api.
c.   Pembuatan konstruksi perlu keahlian khusus. 
d.   Lemah pada gaya tekan.
e.   Tidak tahan terhadap air.



Keuntungan dari beton

a.   Bahan beton di Indonesia terseidia banyak.
b.   Bahan bekas pakai masih bisa dimanfaatkan. 
c.   Bisa dikombinasi dengan bahan lain.
d.   Model lebih variatif.
e.   Kuat pada gaya tekan.



Kekurangan dari beton

a.   Kontruksi yang sudah jadi susuh dirubah. 
b.   Keliatannya kecil.
c.   Pembuatan konstruksi perlu keahlian khusus. 
d.   Lemah pada gaya tarik.
e.   Jika sudah rusak harus diganti.



C.  Sifat-sifat bahan konstruksi



Sifat-sifat dari kayu

a.    Pembuatan konstruksi cukup sederhana dan murah. 
b.    Kuat pada gaya tekan.
c.    Mempunyai lingkaran umur kayu. 
d.    Kayu bersifat getas.
e.    Lemah pada gaya tarik.
f.    Tidak tahan terhadap air.
g.    Bisa mengalami kelapuan. 
h.    Tidak tahan terhadap api.
i.    Mudah dimakan rayap.



Sifat-sifat dari bambu

a.   Di Indonesia terseidia banyak.
b.   Pembuatan konstruksi cukup sederhana dan murah.
c.   Bambu mempunyai keliatan.
d.   Kuat pada gaya tekan.
e.   Mempunyai rongga.
f.   Pembuatan konstruksi tidak mampu untuk bentang yang panjang.
g.   Harga limbahnya murah.
h.   Tahan gempa.
i.   Bisa dimakan rayap 

Sifat-sifat dari batu

a.   Di Indonesia terseidia banyak pilihan batu. 
b.   Pembuatan konstruksi cukup sederhana.
c.   Kuat pada gaya tekan dan tarik.
d.   Pada batu yang besar perlu dipecah dahulu. 
e.   Hannya dipakai untuk kontruksi bawah.
f.    Pelaksanaan dilapangan bertahap tidak bisa langsung masal dan menunggu kering dahulu.
g.   Berat sendiri yang besar.
h.   Permukaan yang halus harus dihilangkan untuk memaksimalkan kelekatan. 
i.   Tahan terhadap air, api, rayap.




Sifat-sifat dari besi

a.   Di Indonesia terseidia banyak.
b.   Bahan bekas pakai masih bisa dimanfaatkan. 
c.   Bisa untuk konstruksi bentang panjang.
d.   Model lebih variatif. 
e.   Kuat pada gaya tarik
f.   Tidak tahan terhadap panas dan atau api.
g.   Pembuatan konstruksi perlu keahlian khusus. 
h.   Kuat pada gaya tarik.
i.   Tidak tahan terhadap air.



Keuntungan dari beton

a.   Bahan beton di Indonesia terseidia banyak.
b.   Bahan bekas pakai masih bisa dimanfaatkan. 
c.   Bisa dikombinasi dengan bahan lain.
d.   Model lebih variatif.
e.   Kuat pada gaya tekan.
f.   Kontruksi yang sudah jadi susuh dirubah. 
g.   Keliatannya kecil.
h.   Pembuatan konstruksi perlu keahlian khusus. 
i.   Lemah pada gaya tarik.


Download softfile nya di sini : => Download

*Laporkan jika link rusak/ bermasalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEKANIKA FLUIDA

Hi sob!, kali ini saya akan posting soal mekanika fluida, apa sih mekanika fluida itu? So lihat kebawah MEKANIKA FLUIDA             Mekanika fluida merupakan salah satu cabang yang mempelajari tentang zat fluida (cair, gas, dan plasma) dan gaya yang bekerja pada zat tersebut, adapun pekerjaan mengenai fluida di tehnik sipil adalah 1.     Pekerjaan bendungan 2.     Pekerjaan irigasi 3.     Pekerjaan turbin 4.     Pekerjaan struktur penahan air 5.     Pekerjaan desain hidrolik maupun pengolahan air limbah 6.     Pekerjaan saluran 7.     Pekerjaan perhitungan debit air 8.     Pekerjaan debit air pada dinding penahan tanah atau pondasi jembatan pada aliram sungai 9.     Pekerjaan menangani pantai dan sungai    ...

Klarifikasi Disiplin Ilmu Teknik Sipil

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa merubah sebuah hutan menjadi kota besar. Cabang-cabang ilmu teknik sipil Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat...

TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI

Hai sob, kali ini kita akan share materi " Bahan Konstruksi" meliputi cara mengetahui endapan/kandungan lumpur . Kalau kami sih dapet mata kuliah namanya Teknologi Bahan Konstruksi, ga tau deh kalo di kampus kalian :D Semoga bermanfaat BAB I , BAB II , BAB III &IV  BAB V , BAB VI & VII , BAB VIII , PRAKTIKUM BAHAN KONSTRUKSI ,